Pencarian Orang Hilang di Gunung Merapi
Selomiyo, 35 tahun. Warga kalitengah Lor, belum ditemukan setelah dilaporkan hilang oleh keluarganya. Dia pergi meninggalkan rumah sejak Selasa, 21 september 2021 pukul 09.00 WIB pamit dengan keluarga mau naik ke Gunung  Merapi.
Pada pukul 10.00 WIB pihak keluarga korban berinisiatif hendak mengikuti korban bersama warga untuk mengikutinya. Terlihat di arah bukit Kendil & bukit Kukusan sekitar pukul 11.00 WIB. Pukul 13.00 - 15.30 WIB dilakukan penyisiran oleh warga, dipanggil masih menjawab 2 kali. Setelah itu terjadi hujan deras & kabut tebal. 
15.45 warga turun sebanyak 16 orang karena kondisi cuaca yang kurang mendukung. Upaya pencarian lagi hari ke 2 jam 07.00 ke titik awal diperluas sampai gesikan/ utara bukit kendil, oleh warga sebanyak 35 orang. Sampai saat ini blm ditemukan.
“Si korban (Selomeyo) ini warga Glagaharjo, dia membawa arit. Dugaannya mau nyari rumput. Tapi informasi dari warga, korban ini juga mengalami gangguan pikiran. Terang Ahmad Syaifudin (Tribunjogja)
Evaluasi pada Kamis (23/9/2021) melibatkan Muspika, pihak keluarga, dan semua unsur SAR gabungan.
Hasil evaluasi dan koordinasi untuk hari keempat ada perubahan metode pencarian.
Perubahan ini disetujui semua pihak, termasuk keluarga korban. Dari pihak keluarga korban juga sudah mengikhlaskan.
Pencarian hari ke 4 berganti metode pencarian dengan pemantauan dan sudah disetujui oleh semua pihak yang ikut dalam evaluasi.
Ada beberapa pertimbangan hingga diputuskan pencarian dengan metode pemantauan. Pertimbangan pertama adalah status aktivitas Gunung Merapi pada level III (Siaga).
Posko SAR gabungan dan lokasi kejadian serta area pencarian sudah masuk KRB (kawasan rawan bencana) 3. Sesuai arahan BPPTKG untuk KRB 3 tidak boleh ada aktivitas.
Selain itu, saat ini masih pandemi Covid-19 dan DIY ditetapkan pada level 3. Guna mencegah terjadinya kerumunan, posko SAR gabungan ditutup. Proses pencarian tetap berlangsung dengan metode pemantauan.