
Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru tak hanya memakan 22 korban jiwa dan 27 warga dilaporkan hilang. Namun rumah warga serta area pertanian juga hancur akibat luapan abu vulkanik. Kondisi memprihatinkan ini dialami warga lereng Gunung Semeru khususnya di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo Lumajang.
Tak banyak yang mereka selamatkan saat erupsi terjadi, warga hanya pasrah melihat kampung, rumah dan orang yang mereka cintai menjadi korban dasyatnya guguran awan panas.
Selain itu warga juga dilarang untuk kembali ke kampung-kampung mereka, karena masuk dalam kawasan zona kuning dan harus dikosongkan. Akibatnya mereka hanya pasrah menunggu nasib di tempat pengungsian.
Demi membantu warga korban dan terdampak Tim SAR FKAM mengevakuasi barang berharga milik warga di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo pada Selasa (7-12-2021) siang.
Tak banyak yang bisa diselamatkan harta benda milik warga, sebagian besar tertimbun material abu dan pasir, sebagian lagi rusak dan hilang ditelan awan panas. Tim membantu warga menyelamatkan gabah/beras hasil pertanian warga yang dibungkus karung berada di dalam rumah-rumah warga.
Setelah dikumpulkan di satu titik, barang-barang tersebut diangkut menggunakan mobil rescue SAR FKAM guna di tempatkan di tempat pengungsian warga.