FKAM kembali memberangkatkan TIM SAR menuju lokasi terdampak badai seroja yang terjadi pada hari Ahad (4/4) di kawasan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya.
Tim sejumlah 4 personil bertolak dari Solo pada hari pertama Ramadhan 1442 H.
"Tim ini adalah tim spesial, karena sejak berdirinya SAR FKAM baru kali ini pemberangkatan relawan untuk respon bencana pada bulan Ramadhan" Ucap Fariz, Ketua Bidang II FKAM.
Berdasarkan data BNPB, pada Rabu (7/4/2021), tercatat ada 138 korban meninggal dunia dan 61 orang yang masih hilang.
Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, proses pencarian korban hilang pasca-bencana terkendala cuaca yang kurang baik. Akibatnya, mobilisasi alat berat untuk menjangkau wilayah terdampak bencana sulit dilakukan.

Adapun pencarian korban akan difokuskan di tiga wilayah, yakni Lembata, Alor dan Adonara. BNPB bersama TNI dan Polri akan menambah personel, alutsista dan membangun rumah sakit lapangan.
"Kami akan fokuskan kegiatan pelayanan masyarakat dan penanganan dampak bencana khususnya yang ada di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur. Daerah tersebut merupakan salah satu daerah terparah akibat dampak siklon tropis seroja." Ungkap Fatih Anshory selaku Komandan SAR FKAM sebelum pemberangkatan.
••••
Sahabat, mari bantu meringankan beban saudara di Nusa Tenggara Timur yang terdampak Banjir Bandang dan Longsor, Kembalikan keceriaan mereka dengan kepedulianmu
Rekening Tanggap Bencana dan Kemanusiaan
- Bank Syariah Indonesia 7002074286
- Mandiri 138-0015906378
- BRI 0334-01-001535-30-4
- BCA 015-4017-000
- BNI 7497-85113
a.n Yayasan Baitul Mal FKAM
Call Center SAR FKAM