Hendak Menyelamatkan Diri Saat Erupsi Gunung Semeru, Seorang Lansia Meninggal Dunia.
Mbok Um (55) janda tua asal Dusun Curah Kobokan, Desa Supit Urang, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur menjadi salah seorang korban erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021). 
Ia meninggal dunia setelah menghirup abu panas muntahan Gunung Semeru saat hendak berlindung menyelamatkan diri. Sementara rumah korban roboh akibat tertimpa guguran awan panas.
Tim penyelamat menemukan korban tergeletak di jalanan desa. Kulit sekujur tubuhnya melepuh. Dia ditemukan sekitar 50 meter dari rumahnya.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Dokter Haryoto Lumajang, untuk disemayamkan sementara hingga pihak keluarga siap melakukan proses pemakaman.
Desa Curah Kobokan memang menjadi salah satu desa yang terdampak sangat parah. Sebagaian besar bangunan rumah warga di sana ambruk ketika terkena erupsi Gunung Semeru.
Kondisi itu membuat warga panik. Mereka berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Sampai sekarang pun cukup banyak laporan warga hilang, termasuk anak semata wayang Mbok Um.
Selain itu puluhan korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur dibawa ke 3 rumah sakit akibat mengalami luka bakar serius.
Selain di RSUD Dokter Haryoto, sebagian korban dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Pasirian. Luka bakar yang dialami antara 20-80%.
Kini total 41 orang warga yang mengalami luka bakar akibat terpapar guguran lava erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) sore, 
Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq memerintahkan petugas agar melakukan kegiatan evakuasi warga dengan fokus pertama di lokasi medan yang dapat dijangkau dan aman.
Hingga saat ini Tim SAR Gabungan masih terus melakukan upaya evakuasi terhadap warga baik korban langsung maupun warga desa yang terisolir akibat luapan awan panas Semeru.