


Seorang Sopir Truk Pasir Hilang Tersapu Banjir Lahar Dingin Merapi
MAGELANG – BASARNAS bersama SAR Gabungan terus lakukan pencarian terhadap satu orang hilang tersapu banjir lahar dingin di hulu sungai bebeng, Cawang Kulon, Kemiren, Srumbung, Kab. Magelang, pada Sabtu (4/12/2021) Siang.
SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian korban dengan metode penyisiran menggunakan anjing pelacak guna mengetahui titik yang berpotensi keberadaan survivor.
“untuk pencarian hari ke tiga pasca hilangnya korban ini kita melakukan penyisiran menggunakan anjing pelacak milik SAR DOG, bahwa kita melakukan penyisiran di titik yang kemarin di tunjukkan oleh
anjing pelacak, dan hari ini kembali kita ekspose kembali”, kata Kordinator BASARNAS Unit POS Borobudur Basuki.
Basuki juga menerangkan ditengah upaya pencarian korban, SAR gabungan memberhentikan sementara pencarian karena faktor cuaca “kita belum berani untuk menyisir lagi mas, kita pending dulu, kita berhentikan karena faktor alam yaitu turunnya hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur puncak Gunung Merapi, kami sangat khawatir jika pencarian tidak berhentikan hal-hal yang tidak inginkan terjadi pada SAR gabungan, apabila masih belum ketemu hari ini kita lanjutkan pencarian esok hari”, imbuhnya.
Seperti yang sudah diketahui sebelumnya korban hilang tersapu aliran lahar dingin tersebut bernama Hendri Susanto (25) warga Pagersari RT 04/RW 2 Kec. Bergas, Kab. Semarang. Kronologi kejadian pada hari Kamis (1/12) sekira pukul 15:00 WIB, korban mengemudikan kendaraan bermotor truk jenis Hino Dutro warna putih nopol (belum diketahui), berada di tengah alur Sungai Bebeng tepatnya di Lokasi Cawang Kulon ,Kemiren ,Srumbung , Kabupaten Magelang untuk memuat pasir.
Sewaktu korban sedang memundurkan truk miliknya tiba-tiba datang arus banjir lahar dingin dan mengakibatkan truk yang dikemudikan terseret arus dan terguling. Korban keluar dari kabin truk melewati pintu jendela dan berusaha melompat dari atas truk ke tepi sungai namun sewaktu korban melompat posisi korban terjatuh dialiran arus banjir dan mengakibatkan tubuh korban terseret arus banjir.